Semester III Berlalu……


semester-31Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan hasil belajar satu semester, seperti biasa saya akan membuat sebuah refleksi di akhir semester III ini. Semester ini kehadiran saya di kelas banyak berkurang terkait beberapa kejadian yang menimpa keluarga. Dari keempat matakuliah yang saya ambil semester ini, paling banyak bolos adalah pada kelas Statistik Matematik dan dan Aplikasi Media dan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika, kebetulan keduanya jatuh pada hari yang sama :). Selain dua matakuliah di atas, matakuliah yang wajib diambil adalah Difusi Inovasi dan Problematika dan Analisis Kurikulum Pendidikan Matematika.

Pada kelas Difusi Inovasi, buku “Diffusion of Innovation” karya Roger menjadi buku pokok bagi kami. Pada dasarnya dalam buku itu dijelaskan panjang lebar tentang proses difusi inovasi dalam berbagai bidang, tidak spesifik dalam bidang pendidikan. Hal ini yang banyak dikeluhkan oleh beberapa teman dalam setiap diskusi kelas. Sedangkan buku penunjang lainnya adalah buku Inovasi Pendidikan karangan Oemar Hamalik. Saya pribadi sebetulnya suka dengan buku Roger, dan paparannya tentang proses difusi inovasi beserta contoh-contoh yang cukup detail dengan latar belakang berbabagai bidang, walaupun saya agak kurang nyaman dengan sistematika penulisan dalam buku tersebut yang kurang nyaman dimata karena paragrafnya terlalu rapat dan tidak terdapatnya penomoran dalam sub-sub bab –nya. Saya pikir orang marketing mestinya membaca buku ini juga. Perkuliahan berlangsung dengan metode diskusi, tiap 2 orang siswa mendapat tugas mengkaji satu bab dalam buku Rogers kemudian ditampilkan di kelas untuk didiskusikan, hasil diskusi disajikan dalam satu makalah untuk diserahkan sebagai sebuah tugas akhir. Dipenghujung semester dilaksanakan sebuah ujian tertulis dengan soal-soal difusi inovasi dalam dunia pendidikan matematika saja. Dari proses perkuliahan ini, ternyata saya banyak menemui banyak kasusu difusi dalam bidang pendidikan, khususnya pendidikan matematika. inovasi-inovasi yang ada dalam dunia pendidikan tidak semerta-merta dengan mudah dapat didifusikan pada para adopter dalam hal ini adalah insan-insan pendidikan. Selain beragamnya karakteristik masyarakat Indonesia letak wilayah geografis serta ketersediakan fasilitas media menjadi salah berapa penghambat prosed difusi dari inovasi dalam bidang pendidikan. Satu hal yang saya sayangkan dari kelas ini adalah, tidak adanya kesempatan untuk melakukan sebuah kajian khusus tentang suatu inovasi dalam bidang pendidikan khususnya pendidikan matematika, padahal ini bisa menjadi masukan yang baik bagi para innovator untuk melihat kendala-kendala yang terdapat dalam proses pelaksanaan pendifusian suatu inovasi pendidikan. Yah, setidaknya dalam satu semester buku Rogers itu terbaca selesai sepertinya sudah cukup lumayan deh :)

Pada kelas Problematika serta Analisis Kurikulum Pendidikan Matematika, kejadiannya agak sedikit miris. Setidaknya itu kesan yang saya peroleh. Hal ini dikarenakan dari awal perkuliahan hingga selesai sepertinya apa yang diinginkan Sang Dosen tidak dapat ditangkap oleh para mahasiswanya. Hal ini terjadi karena proses komunikasi yang saya pikir kurang efektif, terkadang dosen yang begitu lembut dan tidak tegas memberikan pendapatnya hanya karena takut mahasiswanya tersinggung dapat menjadi sebuah boomerang bagi mahasiswanya juga. Sejak awal, dosen meminta setiap mahasiswa untuk menampilkan sebuah topic di depan kelas kemudian akan dikaji dan didiskusikan. Topic tersebut dapat disoroti dari berbagai sudut pandang berkaitan dengan kurikulumnya. Memang sang dosen pernah mengutarakan bahwa sebaiknya topic yang dipilih berkaitan dengan topic yang mendukung rencana tesisnya. Namun, teman-teman saya memahaminya adalah mengangkat topic rencana tesisnya, sehingga yang ditampilkan di depan kelas seperti presentasi ingin membuat rancangan proposal saja. Dari ke hari begitu terus, sang dosen terlihat kurang puas pada setiap presentasi yang ditampilkan di kelas. Hal ini dapat terbaca dari penjelasan-penjelasan yang beliau utarakan pada akhir diskusi, sayangnya beliau tidak pernah secara langsung mengungkapkan ketidakpuasannya. Parahnya lagi, tidak semua mahasiswa mendapat giliran untuk presentasi. Salah satunya saya. Padahal topic yang dipresentasikan tersebut adalah topic yang akan dijadikan bahan untuk menyusun sebuah makalah sebagai tugas akhir. Tidak ada ujian akhir baik tertulis ataupun lisan pada matakuliah ini. Nilai hanya didasarkan pada makalah sebagai hasil akhir. Walhasil, tugas akhir kami menjadi sangat beragam karena pemahaman kami berbeda-beda J. Terus terang saya jadi penasaran dengan proses penilaiannya. Bagaimana ya sang dosen memberi nilai?! Ups, terlepas dari proses pembelajarannya yang agak semrawut ini, sebetulnya ada beberapa hal yang dapat dibawa pulang sebagai oleh-oleh teori, yaitu konsep “metapedadidaktik” yang juga pernah saya tulisan dalam blog ini. Poin penting yang saya peroleh diantaranya, kurikulum dapat dicermati dari beberapa sudut pandang, diantaranya, dari sisi intended curriculum, implemented curriculum dan attain curriculum. Intended curriculum berkaitan dengan kurikulum dalam bentuk dokumennya dalam hal ini termasuk buku ajar lho, sedangan implemented curriculum berkaitan dengan proses pembelajaran yang berlangsung, nah dalam hal ini metode, strategi dan rekan-rekannya banyak dikaji. Sedangkan attain curriculum berkaitan dengan pencapaian yang diperoleh siswa, termasuk didalamnya proses evaluasi dan kroni-kroninya.

Untuk matakuliah aplikasi media dan teknologi pendidikan, walaupun saya seering berhalangan masuk tapi menjadi salah satu kelas favorit saya sepanjang perkuliahan S2 ini. Diampu oleh dosen yang super baik dan kompeten dibidangnya membuat saya semangat kuliahnya :) (tuh kan factor ekstenal masih memegang peranan penting dalam menumbuhkan disposisi ….). awalnya saya menduga pada kuliah ini kami dituntut untuk menghasilkan sebuah media diakhir semester seperti waktu S1 dulu. Hal ini sempat membuat tema-teman saya cukup panic karena masih minimnya pengetahuan tentang media elektronik dalam pembelajaran matematika. Saya sendiri sempat berpikir untuk segera membuat sebuah film pendidikan matematika di awal perkuliahan (ini salah satu cita-cita terpendam saya lho,….:)), oh betapa serunya! Adrenalin saya melonjak-lonjak. Namun ternyata seiring berlalunya waktu, dipertengahan semester, dalam perbincangan saya dengan sang dosen, tuntutannya diperingan. Kami hanya diminta untuk menampilkan sebuah karya yang diambil dari internet dan atau berbahasa inggris untuk ditampilkan di kelas serta dibuat kajian analisisnya sebagai tugas pertama dan membuat suatu makalah tentang media pembelajaran elektronik yang paripurna dalam pembelajaran matematika. selain itu, kami akan diberi soal ujian yang dikirim ke email pribadi kami masing-masing sebagai soal ujian berjenis “take-home-test”. Pada matakuliah inilah saya menemukan sebuah konsep baru tentang alat peraga maya dalam pembelajaran matematika seperti yang saya posting dalam blog ini beberapa waktu lalu. Selain itu, tugas keduanya sangat membantu saya menyelesaikan rencana tesis saya,sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, kira-kira seperti itulah pribahasa untuk mengungkapkan posisi saya. Saya mengkaji tentang “Software Geometer Sketchpad” sebagai tugas kedua. Asyik kan?! Saya suka dengan analisis yang tajam dari sang dosen pada setiap ulasan hasil presentasi mahasiswanya, sehingga secara tidak langsung mahasiswa dapat mengetahui apa kekurangannya tanpa merasa rendah diri dan mengetahui kelebihannya tanpa merasa GR berlebihan :). Bahkan mahasiswa mempunyai peluang berkembang lebih pesat karena tajamnya analisis beliau sehingga seringkali memunculkan ide-ide baru untuk mengembangkan hasil kerja mahasiswa. (catat! ini sih pendapat saya pribadi lho,….)

Untuk kelas Statmat alias Statistik Matematik, saya tidak bisa komentar banyak. Awalnya saya menduga akan mempelajari ruang probabilitas, berbagai macam distribusi. Yah, statistic matematik itukan berkaitan dengan teoritik bukan statistic terapannya. Tapi ternyata pada kelas ini saya justru disuguhi dengan istilah korelasi, anava dan ancova :). Jadi semestinya judul mata kuliah itu diganti menjadi “Statistik Inferensial” karena pada kelas ini jelas-jelas dipelajari tentang pengujian hipotesis, estimasi dan pengambilan keputusan. Sang dosen amat baik dan sabar, sehingga serumit apapun penjelasan yang diberikan yah tetap saja ruwet :) he he he…. Tapi jelas berkat matakuliah ini saya mau tidak mau akhirnya otodidak belajar software minitab. But,… still a little allergy make me feels uncomfortable during the class. Tapi,… sempet surprise juga waktu dapet hasil tugas pertama dapat nilai paling tinggi :) padahal saya tuh mengumpulkannya belakangan karena memang ada beberapa nomor yang saya belum selesai karena belum ngerti. Hm.. kalau kalau diingat-ingat sejak kapan ya saya alergi sama statistic, mostly statistic inferential?! Ujian akhirnya diberi 4 soal, tapi asyiknya boleh open book plus open lap top, he..he.. he.. ini baru pertama kali saya alami. Sekolah S2 disini ujiannya seringkali open book lho,… padahal dulu waktu S1 babarblas! sesulit dan sebanyak apapun bahannya ujian closed book only! Ups,.. jujur sebetulnya menurut saya pribadi pembelajaran statistic matematik eh inferensial ding saya dikelas ini masih jauh dari kata tuntas lho,… beneran! Buktinya apa? Yah,… buktinya sekarang saya belum bisa membuat resume inti dari materi yang saya pelajari :) He..he..he..Ironis ya?! But humanis lho…

Hm,… kira-kira begitulah sedikit ulasan tentang proses dan hasil perkuliahan pada semester III ini, semoga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat sebesar-besarnya untuk kemajuan pendidikan wa bil khusus pendidikan matematika. Oya,… masih ada cerita seru yang penuh hikmah diakhir perkuliahan semester III ini, walaupun tidak saya alami sendiri tapi hikmah dari kejadian ini bisa menjadi refleksi bagi yang sudi.

2 thoughts on “Semester III Berlalu……

  1. Yth. Sdr Farida Nurhasanah

    Saya baru membaca tulisan Anda, sebagian terkait matakuliah yang saya bina. Terimakasih atas ungkapan perasaan dan pendapat anda mengenai perkuliahan yang diikuti. Bagi siapapun, yang memerlukan kejelasan tentang materi perkuliahan atau ingin mendalami lebih lanjut tentang apa yang dibicarakan di kelas, saya selalu terbuka untuk diskusi di luar perkuliahan.

    Terimakasih
    DS

  2. Terima Kasih Pak, sudah mampir dan menyempatkan membaca tulisan saya.

    Terima kasih pula atas kesempatan yang diberikan di sela-sela kesibukan Bapak, saya dengan senang hati akan memanfaatkan kesempatan di luat perkuliahan untuk berdiskusi dan menimba ilmu lebih banyak dari Bapak. Saya tertarik dengan ide tentang metapedadidaktik yang Bapak kemukakan.

    Semoga saja, tulisan ini bisa menjadi masukan dalam rangka peningkatan kualitas interaksi pembelajaran di kelas Bapak.

    Salam Hormat saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s