Budaya Nyontek yang bikin jutek!


Minggu lalu saat ujian mata kuliah Strategi Pembelajaran Matematika, saya menghardik rekan saya yang duduk tepat di sebelah kanan saya yang terus saja merengek seperti bayi yang kehausan minta diberikan contekan. “Heh berisik tau ndak sih? ini kan ujian, lagian kamu ndak malu apa? kamu kan guru, Masa nyontek sih gimana muridnya?!!!” cukup pedas dan keras memang. Saya memang begitu jika bertemu dengan kondisi yang bertentangan dengan hati nurani dan prinsip yang dipegang, kadang terkesan kaku dan jutek. Tapi saya benar-benar jutek dengan kondisi tersebut. Yang pertama, hal itu bertentangan dengan prinsip yang saya pegang dan yang kedua, karena terganggu oleh suara rengekannya, lebih-lebih rengekan seorang lelaki dewasa!!!

Kemarin saat ujian mata kuliah Metodologi Penelitian, saya duduk di kursi depan berharap terbebas dari kejadian lalu, namun luar biasa masih saja hal itu terjadi. bahkan di dalam kelas ada yang sempat telfon rekan kantornya untuk bertanya jawaban tentang statistik uji yang harus digunakan.

Saya sepenuhnya sadar bahwa motivasi dan niat awal seorang individu melanjutkan S2 sangat beragam dari mencari titel sampai mencari jodoh, hanya saja menurut saya hal itu tidak dapat dijadikan legitimasi untuk melakukan penyontekan demi sebuah nilai kelulusan. Jika dicermati dari mayoritas profesi mereka yang merupakan pengajar dan calon pengajar, menjadi ironi yang sangat menyedihkan untuk dunia pendidikan kita. bisa bayangkan?! Mungkin pribahasa “guru kencing berdiri maka murid kencing berlari” sangat tepat untuk menggambarkan fenomena ini.

2 thoughts on “Budaya Nyontek yang bikin jutek!

  1. Budaya nyonteK????dimanapun kapanpun pasti konotasinya jelek…tetapi kadang kita tidak sadar bahwa kita pernah melakukannya…dalam bahasa, cara berpakaian,de-el-el…Jika situasinya open book…nyontek juga khan????seperti membuat tesis kita tidak jauh dari mengumpulkan pendapat-pendapat orang…he..he…seperti garis lurus yang kita anggap lurus eh…ternyata melengkung…lho…kata guru besar kita..jadi hidup ini penuh dengan proses..untuk menuju keabadian karena ketidak -abadian dunia ini…menuju suatu titik…

  2. Thanks atas komen-nya Bu Deb,…

    Nyontek yang saya maksudkan dalam tulisan ini ya nyontek sebagai suatu aktifitas yang biasa dilakukan di kelas untuk meraih nilai semata.

    benar kata Bu Debora, imitasi sebagai bagian dari proses kehidupan dalam suatu kebudayaan memang sulit dihindari namun nyontek bisa kita hindari kok….🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s