Sudah Baca “The Dante Club”?


Sudah baca novel karya Matthew Pearl yang berjudul “The Dante Club”? Saya sudah membacanya sekitar tahun 2005, tidak lama setelah keluarnya “Da Vinci Code”. Di Indonesia, Dante Club memang tidak setenar dan selaris novel-novelnya Dan Brown. Mungkin karena gaya kedua penulis ini berbeda, novel-novel misteri milik Dan Brown memiliki alur yang lebih cepat, memadukan sejarah dengan kemajuan teknologi yang pesat didasarkan hasil riset yang cukup kuat meskipun sama-sama didasarkan hasil riset sang penulis, namun Dante Club berlatar kota Boston tahun 1865 yang amat klasik dan alurnya sangat lambat, terutama di bagian awal mungkin hal ini yang menyebabkan novel ini tidak se-booming karya-karya Dan Brown di Indonesia.

Namun buat saya pesan moral sederhana yang tersirat dalam novel ini luar biasa dasyat dan sangat cocok untuk diresapi dan direnungkan untuk kemudian diejawantahkan dalam berkehidupan bagi masyarakat Indonesia saat ini. Sang Penulis yang berlatar belakang pendidikan bidang hukum dan sastra memadukan unsur filosofi dunia hukum dengan sejarah dan dunia spiritual sastra kuno untuk menyampaikan pesan yang sebetulya sederhana saja. Semoga tidak meleset jauh, saya coba sarikan pesan tersebut adalah “Bahwa semua pelanggar hukum (hakim dan jaksa sekalipun) akan mendapatkan hukuman Tuhan, baik langsung di dunia ini ataupun di alam akhirat nanti”. Sebetulnya, tulisan ini terinspirasi dari maraknya pemberitaan mengenai kasus suap di Kejaksaan Agung, saya teringat salah satu jaksa yang menjadi salah satu korban pembunuhan berantai di kota Boston tersebut karena tidak amanah terhadap tanggung jawab yang diembannya. Ketidakpercayaan pada orang-orang dilembaga hukum yang tidak amanah menyebabkan seseorang merasa harus bertindak dengan caranya sendiri,…..

Cerita dari novel ini diawali oleh beberapa orang cendikia pada bidang bahasa, sastra dan religius pada masa itu sedang menyelesaikan proyek translasi puisi karya Dante, “Divine Comedy” ke dalam Bahasa inggris. Nah, ketika proses translasi memasuki bab “inferno” yaitu satu bagian yang menceritakan pengalaman spiritual Dante melihat tujuh lapis Neraka, terjadilah serangkaian pembunuhan berantai yang memiliki gaya seperti yang digambarkan dalam puisi Dante di bab “Inferno”. Disamping kontroversi dengan pihak kampus harvard dalam proses translasi yang dihadapi oleh para cendikia itu, mereka juga pada akhirnya berkejaran dengan sang pembunuh yang melakukan pembunuhan berdasarkan episode yang mereka alihbahasakan sehingga pada akhirnya mau tak mau mereka turut terjun menyelidiki kasus pembunuhan yang terjadi di kota Boston tersebut. (semoga saya tidak melupakan bagian-bagian penting inti dari novel ini, karena saya membacanya sudah cukup lama,….) Nah,… kalau mau tau akhir cerita dari novel ini silahkan baca sendiri deh,… Oya,pesan tersirat dari novel ini terdapat dibagian akhir dari novel.

Saya pikir, novel ini bisa menjadi hadiah yang bagus untuk para Jaksa dan hakim, agar mereka melihat bagaimana gambaran siksa neraka(dalam hal ini yang digambarkan Dante) bisa diwujudkan didunia ini sebagai hukuman atas tindakan penyelewengan terhadap keadilan. Itu baru di dunia, sedang siksa neraka jauh-jauh lebih dasyat dari itu.

Sebagaimana diuraikan di Al-Quran, diantaranya dalam Surat An-Nisaa [4]; (56);

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Dan Surat Al- A’raaf [7];(41);

“Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut api neraka. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang dholim.

Saya yakin bukan mereka tidak tahu akan hal ini, namun terkadang manusia memang harus selalu diingatkan untuk bisa berjalan pada rel yang benar karena di sepanjang jalan banyak hal yang menarik yang seringkali menggoda untuk berbelok jalan,……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s