Buku Ajar Gratis?


Ketika saya mengetahui program pemerintah dalam sector pendidikan tentang buku ajar gratis yang dapat di akses dari situs depdiknas(http://bse.depdiknas.go.id), terus terang saya ikut senang walaupun pada pelaksanaannya ternyata proses pen-download-an tidak lancar karena masih besarnya file buku-buku elektronik tersebut. Namun demikian berkat manusia-manusia berbudi baik yang memiliki ilmu komputer memadai dan kepedulian besar terhadap dunia pendidikan Indonesia maka para pengguna dapat medownload buku-buku tersebut dengan lebih mudah dan cepat karena mereka dapat men-compress file-file besar tersebut menjadi lebih kecil. (http://isal.wordpress.com/2008/07/02/buku-pelajaran-sekolah-gratis-dari-depdiknas/)

Upaya pemerintah ini cukup memberi angin segar bagi dunia pendidikan Indonesia yang wajahnya sudah cukup coreng moreng karena kebijakan yang tumpang tindih dan pelaksanaan program yang tidak komprehensip dan istiqomah. Namun demikian kenyataan yang saya dapati di lapangan, ternyata pengadaan buku ajar nasional gratis oleh pemerintah ini tidak didukung dengan baik oleh pihak sekolah.

Dua minggu yang lalu, Bapak saya telfon disaat saya sedang diskusi dengan salah satu dosen di kampus. Berkali-kali, ke dua nomor ponsel saya. Saya pikir ada berita penting sekali, ternyata hanya karena adik saya yang gendut itu saat istirahat pulang dari sekolah sambil menangis karena di tegur oleh gurunya diakibatkan belum membeli buku yang diperintahkan guru kelasnya (kebetulan sekolah SD negeri kami memang tepat di depan rumah). Saya memang berjanji untuk mendownloadkan buku-buku tersebut, namun kebetulan belum semua buku dapat saya download karena besarnya file dan memang beberapa judul untuk kelas IV belum dapat didownload. Bapak dan Mama sudah berupaya mencari buku-buku tersebut di salah satu toko buku tua dan cukup besar di bekasi, toko buku paling keren di bekasi ketika saya masih SD dulu namun buku-buku yang dimaksud sang gurunya tidak di jual di toko tersebut.

Keesokan harinya saya langsung meluncur ke bekasi untuk menghapus airmata adek. Setibanya di sana ternyata bukan buku ajar terbitan depdiknas yang digunakan oleh guru sekolahnya melainkan buku terbitan sebuah penerbit baru dari Jakarta dengan penulisnya adalah TIM GURU. Menurut informasi yang kami peroleh, buku tersebut dijual di salah satu toko buku di salah satu satu mall terbesar di Bekasi. Berangkatlah kami ke sana, setibanya di sana di salah satu toko buku ternyata juga tidak menjual buku-buku tersebut, mereka hanya memberikan informasi bahwa ada toko buku yang bekerja sama dengan sekolah-sekolah di Bekasi yaitu toko buku yang terletak di lantai satu dekat pintu masuk mall sebelah utara. Kami coba mencarinya, muter-muter tanya sana, tanya sini (maklum, ini kali kedua saya ke mall ini setelah beberapa tahun yang lalu J, saya memang paling males jalan-jalan ke mall kalau tidak ada perlunya).

Alhamdulillah,… setelah dilempar sana-sini akhirnya toko yang dimaksud tersebut ketemu juga. Toko buku itu tidak seperti toko buku yang biasa karena tidak didekor seperti toko buku melainkan hanya seperti gudang buku saja. Di dalam ruangan sempit (satu local toko) terlihat buku bertumpuk-tumpuk di depan pintu masuk terdapat meja kecil diatasnya tertempel daftar harga buku. Di depan meja terlihat beberapa ibu-ibu yang juga sedang mencari buku-buku sekolah anak mereka. Kami ditanya, asal sekolahnya kemudian seorang ibu muda melihat daftar yang di tempel di dinding untuk memastikan penerbit apa yang digunakan oleh sekolah Adek. Karena adek sudah membeli 2 buku di toko buku kecil depan sekolah maka kami hanya membeli 5 buku saja dengan total harga Rp. 158.000,00. Kemudian penjual itu bertanya, apakah kami juga akan membeli LKS-nya, kebetulan untuk LKS dapat diperoleh di toko buku depan sekolah semuanya. Ternyata sang penjual itu tahu bahwa ada toko buku kecil di depan sekolah adek, yang menurut beliau didirikan oleh pihak sekolah karena larangan menjual buku di sekolah. Sang penjual itu juga menjelaskan bahwa mereka adalah toko buku resmi yang ditugaskan menjual buku-buku untuk sekolah-sekolah di daerah bekasi dan sekitarnya. (karena bukan hanya wilayah Bekasi saja, sekolah di wilayah Jakarta juga terdapat dalam daftar di toko itu).

Ketika saya menunggu buku-buku diambil dan di cek harganya, mama dan beberapa ibu-ibu yang ada di sana bercakap-cakap.

“Aduh sekarang mah jadi ruwet ya Bu”

“padahal mah udah aja bukunya dijual di jual di sekolah, kayak dulu kan praktis ndak perlu muter-muter nyarinya”

“iya bu, bener. Kalau sama-sama beli mah lebih praktis dijual disekolah sekalian ya”.

“banyak aturan bikin puyeng!”

yah kira-kira begitulah tanggapan para ibu-ibu yang mengantar anak mereka mencari buku. Nah kalau sudah begini, rasanya kebijakan pemerintah pusat tentang pengadaan buku ajar gratis hanya dianggap angin lalu saja pada pelaksanaannya di lapangan. Karena kebijakan sekolah dan pemerintah daerah belum bisa dikatakan saling mendukung dengan kebijakan pemerintah pusat. Seharusnya, buku ajar utama yang digunakan sekolah adalah buku ajar yang dikeluarkan oleh Depdiknas tersebut(khususnya untuk sekolah negeri). Sedangkan buku sumber lain boleh-boleh saja dipilih bebas oleh para murid-murid sesuai dengan harga dan selera sang murid.

Memang tidak dapat dipungkiri salah satu kendala dalam pengadaan buku ajar gratis dari Depdiknas juga adalah masih belum familiernya internet dikalangan masyarakat. Di lingkungan sekolah Adek pun demikian, jangankan para orangtua muridnya lah wong para gurunya saja masih banyak yang belum terbiasa bersentuhan dengan internet apalagi diminta mendowload buku gratis, wah sepertinya sebuah tugas yang amat berat bagi mereka. Hal ini juga perlu diperhatikan oleh Diknas dalam upaya mensukseskan program yang sudah dirintis sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal. Mungkin dapat dilakukan dengan menyediakan seorang instruktur untuk beberapa sekolah, atau mengadakan pelatihan bagi guru-guru agar bisa mendownload.

Kontrol pemerintah daerah juga diperlukan untuk memantau setiap sekolah berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di sekolah-sekolah. Agar masyarakat tidak merasa justru lebih sulit ketika diberi kemudahan. Adalah pekerjaan rumah bagi Diknas untuk melaksanakan program buku ajar sekolah gratis dengan komprehensif dan kontinu agar tidak menjadi pemborosan anggaran pendidikan semata karena pada pelaksanaannya tidak maksimal.

13 thoughts on “Buku Ajar Gratis?

  1. salam kenal mbak ida. nampaknya baru mulai nge-blog ya. Btw aneh juga ya, harusnya pemerintah mewajibkan saja buku terbitan depdiknas jadi buku acuan murid dikelas. Anyway mungkin karena pertimbangan bisnis aja kali ya mbak coz bisnis buku merupakan sampingan yang menggirukan buat ibu/bapak guru. dari jaman saya SD (1985-91) itu teh sudah ada.

    kasihan kalau yang tidak mampu beli lima buku sampai 150rb lebih. btw katanya kalau di DKI sudah ada hotline pengaduan barang siapa yg jual buku di sekolah akan dikenai sanksi

  2. Salam kenal kembali bang Isal. Yup betul! saya memang baru belajar ngeblog, mudah-mudahan bisa memberi manfaat seperti blog Bang Isal.

    Memang dalam dunia pendidikan indonesia “ke-anehan” bukanlah suatu hal yang aneh lagi rasanya, justru yang tidak aneh bisa menjadi aneh:). Bagaimanapun kebijakannya, masih saja ada celah-celah yang bisa dimanfaatkan untuk tujuan lain ya…

    Tapi mereka tidak menjual buku di Sekolah lho,… melainkan di toko buku yang sudah bekerjasama dengan pihak sekolah. (Jadi hanya tempat menjualnya saja yang beda, intinya kan tetap sama)🙂

    Wah, kalau di Bekasi atau Jawa barat ada juga ndak ya?….

  3. Mbak Farida ikutan yah. Tentang buku emang bingung juga tuh. Saya ngajar Bhs Indonesia gak ada buku buat ngajar sementara koperasi ga boleh jual buku. anak disuruh beli ke toko wah sekolah kampung kaya saya mana ada toko buku. Anehnya pemerintah kok gak nyediain buku. O ya boleh gak yah kalau guru jual diktat mba?
    Thank. blognya keren abis.

  4. Terima kasih atas komentarnya Pak Barnas. Memang buku elektronik yang disediakan pemerintah harus diakses via internet Pak. Silahkan Bapak coba download dari link yang saya berikan di atas. di sini Bapak dapat mendowload buku gratis, prosesnya lebih cepat dan mudah. Bapak juga dapat memilih buku yang sesuai dengan kebutuhan Bapak, karena bukunya tidak hanya satu judul dan penulis saja. kemudian dapat di print sendiri sesuai dengan kebutuhan Bapak.

    Penulisan diktat adalah langkah yang baik Pak, untuk mengatasi masalah di sekolah Bapak. alih-alih menjualnya, Bapak bisa meminta siswa untuk memperbayak sendiri, saya pikir itu lebih baik. Mari bersama kita cerdaskan negri ini Pak!

    Terima kasih

  5. subhanallah, dah cantik pintar pula. maaf menyanjung,
    semoga tidak takabur. emang kuliahnya dimana dan sekarang ngajar dimana?

  6. senang menemukan blog ini. jujur senang karena terpajang foto yang ibarat cahaya yang menyejukan. maaf. tapi lebih seneng lagi karena membaca tulisan yang menyertakan ayat-ayat al-Qur’an. saya sebagai pengajar matematika di SMA sedang berfikir tentang kebermanfaatan saya selama mengajar kurang lebih 18 tahun. apakah kehadiran saya di kelas bermanfaat bagi sluruh murid saya yang nota bene tidak semuanya cerdas matematika. dimana letak kebermanfaatan saya bagi murid yang tidak cerdasa matematika? kaitannya dengan tugas muslim yang ber-amar ma’ruf nahi munkar, maka sebagai guru matematika – dan guru apapun juga – maka di dalamnya harus termuat pesan-pesan dakwah. saya pun sekarang sedang s2, ingin mencari adakah, kalau ada sejauh mana mata pelajaran matematika mengandnung nilai-nilai kebenaran hakiki sebagaimana di ajarkan di dalam al-Qur’an. nampaknya mba/teteh/neng farida nurhasanah bisa menjadi referensi bagi saya untuk berbagi. bagaimana?

  7. Alhamdulillah,.. terima kasih atas pujian serta doanya.

    Kebetulan saat ini sedang menempuh S2 di UPI dan sedang vakum dari kegiatan mengajar.

    Saya juga senang bisa berkenalan dengan Bung Cipto yang penuh dedikasi baik sebagai guru maupun sebagai muslim. sebagai salah satu sarana pembelajaran sekaligus sarana untuk berbagi pemikiran, tentulah saya berharap blog ini dapat memberi manfaat, baik bagi saya pribadi maupun pembacanya. Dengan senang hati, silahkan merefer tulisan-tulisan yang terdapat dalam blog ini. Bahkan saya berharap saran, kritik serta tanggapan dari tulisan-tulisan saya, sebagai pembelajaran bagi saya juga.

    Jika Plato saja percaya bahwa matematika berkaitan erat dengan religiusitas, apalagi saya sebagai seorang muslimah tentulah lebih yakin lagi. saat ini, saya sendiri masih terus belajar. alangkah baiknya bila kita sama-sama belajar bersama dan berbagi untuk kemaslahatan umat.

  8. I found your blog on google and read a few of your other posts. I just added you to my Google News Reader. Keep up the good work. Look forward to reading more from you in the future. Thank you

  9. Salam kenal Ibu Farida Nurhasanah! Saya juga dosen tapi dosen SD. Saat ini sedang bebas tugas dinas karena disuruh belajar lagi (sertifikasi jalur pendidikan selama 1 th) di USD. Program pemerintah sebaiknya jangan hanya BSE tapi juga buku-buku yang diperlukan bagi peningkatan kompetensi guru misalnya buku teori belajar, psikologi pendidikan, ICT, serta alat peraga maya. Di dunia maya banyak soft ware yang dapat di-download tapi harus bayar padahal yang namanya guru SD kan kantongnya tipis. Saya ikuti blog ibu karena materinya bagus. Alat peraga maya baru saya kenal lewat blog ibu dan saat ini saya sedang buat PTK dengan variabel (X) penggunaan alat peraga maya. Tolong dong tayangkan semua artikel pendidikan yang ibu punya terutama hal yang baru sebagai kajian pustaka untuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Saya juga punya blog tapi materinya ringan dan redaksinya asal jadi. Kalau boleh tambahkan link nya biar blog saya dikenal dan rekan2 guru SD tertarik dan berani bikin blog.

  10. Salam kenal kembali PakTejo ,…

    Sama donk, saya juga pernah mengajar SD kelas satu.
    Ok,.. selamat belajar Pak, saya memang berharap blog ini dapat berperan walau mungkin masih sedikit, untuk dimanfaatkan sesuai dengan kapasitasnya.
    Ok mohon doanya agar saya bisa istiqomah menulis nih,…🙂
    thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s