Tikus oh Tikus


Habis lihat berita tentang vonis untuk Gayus, kok saya jadi ingin menulis tentang “tikus” ya. Hush! Sembarangan! Sedikit kurang ajar ya! Memang apa hubungannya Gayus dengan tikus? Mana saya tahu… :) pokoknya tiba-tiba saya ingin menulis tentang tikus saja. Titik! Hati-hati nanti “beliau” bisa tersinggung lho… Eh, karenanya saya sapa Gayus dengan sapaan “beliau”  dengan tujuan “memuliakannya” sehingga “beliau” tak akan mengancam saya.

Tikus. Ya tikus! Itu loh satu-satunya binatang yang bisa pakai dasi. Eiitt… tunggu dulu! Masih ada satu lagi kok binatang yang pakai dasi. Itu tuh “Badak” sahabat saya sejak SMU, sekarang kan dia dah jadi ……. Di kantornya, jadi pasti dia juga suka pakai dasi. (hi..hi… bercanda lho …  duh takut….Ibu Dian marah nih….^_-). Eh,.. kembali ke topic semula, Tikus! Binatang yang satu ini benar-benar membuat saya gemas. Gemas, bukan karena lucu dan imutnya seperti yang diilustrasikan dalam tokoh kartun Tom and Jerry ataupun Mickey Mouse, tapi gemas ingin membinasakan dengan segera! Heran juga saya, mengapa binatang yang satu ini cukup banyak dijadikan tokoh kartun, padahal masih banyak hewan lain yang tidak menjengkelkan yang lebih menarik. Misalnya, kupu-kupu yang lucu, anjing laut yang menggemaskan atau undur-undur sekalian!🙂

Selain terkenal sebagai salah satu musuh petani, tikus merupakan hama dalam rumah. Ia mengerat apa saja yang ada di rumah, dari sampah, kayu, karet, plastik, pakaian, sampai makanan manusia. Dasar hewan pengerat yang rakus! Apa saja bisa masuk ke dalam perutnya! Biasanya tikus senang tinggal di loteng rumah, dan menimbulkan suara gaduh di malam hari. Jaman dahulu, tikus biasanya hanya berani keluar dari sarangnya pada malam hari, ketika penghuni rumah sudah tertidur lelap. Namun, tidak demikian dengan tikus jaman sekarang, tidak lagi peduli, siang, malam, pagi, atau sore, dengan ringannya mereka mondar-mandir di sekitar rumah. Bahkan, seradak-seruduk ke segala arah untuk mencari makanan yang bisa diambil(bukan lagi dicuri). Lebih menjengkelkan lagi kalau tikus kecil alias mencit sudah mulai menjarah lemari pakaian. Duh,… mana tahan baunya bukan main, belum lagi pakaian bisa rusak dikerikitinya… Menjengkelkan pangkat dua!

Konon kabarnya, tikus bisa berani dan kurang ajar seperti sekarang ini, salah satu faktor penyebabnya adalah karena tikus adalah salah satu hewan cerdik yang cukup senang belajar. Tidak mengherankan jika beberapa pakar psikologi behavioristik juga menggunakan tikus untuk bahan penelitiannya. Bukan sekadar sebagai bahan percobaan yang baik, ternyata populasi tikus yang banyak dan senang nimbrung dengan manusia telah turut menciptakan lowongan pekerjaan yang tidak sedikit. Hingga saat ini banyak produk diciptakan untuk membasmi tikus ini. Eh, malah saya pernah tahu dari suatu film di negeri barat sana bahkan ada yang mempunyai profesi sebagai pembasmi tikus. Pembasmi tikus menjadi salah satu pekerjaan professional di sana.

Berurusan dengan racun tikus, pada akhirnya saya bertemu dengan beberapa jenis racun tikus. Ada yang berjenis lem, ada yang berjenis perangkap, ada yang berjenis makanan, bahkan ada juga yang berjenis alat dengan menggunakan gelombang. Bayangkan berapa banyak tenaga dan pikiran yang dicurahkan hanya untuk mengusir hewan yang satu ini. Semua ini tidak lain, karena ternyata para tikus itu adalah pembelajar.

Ada suatu jenis racun tikus yang amat mancur, jangka waktu lima menit setelah menelan, tikus langsung mati. Namun, ternyata hal ini dapat menimbulkan kecurigaan pada tikus-tikus yang lain, selain itu dalam waktu lima menit, tikus dapat kembali masuk ke dalam sarangnya sehingga mati disana dan menjadi bangkai yang sulit untuk di temukan. Ya tentu saja sulit ditemukan, pasalnya sarang tikus kan biasanya di tempat-tempat terpencil. Hal ini tentu menjadi masalah baru.

Singkat cerita akhirnya, Pilihan hati saya dan suami jatuh pada racun tikus dengan nama merk dagang “Dora” (he..he.. bukan tokoh kartun lho) dari Fumakilla. Racun tikus ini agak unik. Pasalnya racun tikus ini berjenis makanan, berbentuk butiran kecil-kecil dengan warna mencolok. Tikus tidak langsung mati setelah makan racun ini. Perlu  waktu 3 hingga 4 hari bagi tikus untuk mati setelah makan racun ini secara kontinu. Hal ini, dapat menghindari kecurigaan tikus-tikus lain atas sebab musabab kematian rekannya. Yang menarik, pada saat akan mati, sang tikus akan mencari tempat yang terang, karena penglihatannya sudah kabur bahkan buta. Dengan demikian bangkainya, dapat ditemukan dengan mudah ditempat-tempat yang terang. Tidak heran, di kemasannya tertulis bahwa racun tikus itu adalah hasil kerja sama RI dengan Jepang. Weh,..weh,… untuk soal racun tikus begini saja,… canggih juga. Praduga saya, ini hasil kerjasama riset.

Rupanya pilihan kami cukup tepat. Karena hingga saat ini sudah beberapa tikus menjadi korban. Satu per satu tikus tumbang, mayatnya di temukan di halaman depan rumah. Tikus-tikus yang masih hidup juga terlihat tidak curiga, mereka masih menghabiskan racun yang saya taburkan. Namun, kelemahannya racun ini adalah membutuhkan jumlah racun yang banyak untuk membunuh banyak tikus, harus berhati-hati dalam meletakkan racunnya, alih-alih bisa dimakan hewan lain, atau dijadikan mainan oleh anak-anak, yang tentu sangat berbahaya.

Produk pembasmi tikus lain, yang kami beli adalah lem tikus. Lem berikut papan perekatnya. Dengan merk dagang “Gadjah”. Pembasmi ini efektif untuk tikus yang berukuran agak kecil, hanya saja jika sudah dipasang disuatu tempat, maka perangkat selanjutnya harus dipasang di tempat yang berbeda. (ingat! Bahwa ikus itu hewan pembelajar!…) alat ini juga cukup efektif. Hanya saja satu perangkat hanya bisa mendapatkan satu ekor tikus. Sehingga jika dihitung-hitung cukup mahal juga. Selain itu, tidak bisa ditempatkan pada daerah-daerah terpencil karena ukurannya yang cukup besar.

Hal yang justru mengejutkan saya terjadi setelah saya mendapatkan tikus-tikus yang terperangkap, ataupun dalam keadaan sekarat. Entah mengapa tiba-tiba saya menjadi merasa iba padanya. Dalam sekejap hewan yang “awalnya” menjengkelkan tersebut tiba-tiba menjadi hewan imut dan lucu. Parahnya lagi, saya sampai lupa dengan kekurangajaran mereka yang senang membuat ulah dari menjarah makanan, pipis sembarangan, merusak pakaian, membuat gaduh, mengotori rumah, dan lain-lain. Saya pandangi matanya baik-baik, dan tidak sadar saya bilang begini “andai saja kamu tidak melakukan hal-hal kurang ajar, tentulah saya bersedia menjadikan kamu hewan peliharaan”. Hiks..hiks… lebay! Tapi, dengan lantang ibu saya memperingatkan! “Menjijikkan! ayo segera singkirkan tikus-tikus itu, dasar tikus yan memang begitu! Jangan tergoda oleh tatapan mengibanya, kalau dilepas ya dia akan kembali menjadi hama, dan tambah menjengkelkan!” mendadak saya kembali ingat dosa-dosa sang tikus dan menjadi semangat untuk segera memusnahkannya…. Hi..hi..hi…

Hingga saat ini, meskipun saya sudah menggunakan racun dan lem tikus, namun hama tikus belum benar-benar habis. Kedua pembasmi tersebut baru sebatas mengurangi populasi tikus saja.

Hm.. kalau dipikir-pikir untuk membasmi tikus saja begitu banyak formula yang dibuat agar efektif. Berangkat dari fakta tersebut, tidak heran jika begitu sulitnya membasmi tikus-sikus berdasi yang tentunya jauh lebih cerdik dari para tikus original yang bisa belajar. Hm,…. Mungkin para pembasmi tikus-tikus berdasi punya pengalaman yang sama dengan saya ya ketika memusnahkan tikus-tikus rumah, hanya saja tidak ada Ibu yang mengingatkan kembali, atau mungkin telingannya tuli sehingga peringatan “sang Ibu” nyaris tak terdengar🙂

 

5 thoughts on “Tikus oh Tikus

  1. Andaikan saja ada kerja sama riset dalam membasmi tikus berdasi, seperti halnya racun tikus bermerk Dora hehe

  2. Ya,.. andaikan saja ada ya,… Ade, sehingga tikus-tikus berdasi dapat dibasmi dengan racun yang pas🙂

  3. Saya pasang Dora 14 hari di tambah Racumi. pd hari ke 9 dan tikus nya sangat doyaaaaan sama racun2 tsb hingga lupa untuk wafat alias lupa mati alias tikusnya tidak mati.
    Hari ke 14 pasang jebakan tikus yg model kandang kawat, kena tikusnya dan masih muda serta imutttt dan sangat sehat, bahkan umpan racun yg kupakai masih di embat sampai habis.
    istri sampai tidak tega untuk membunuh tikusnya saking imutnya.
    ada saya foto2 bukti racun bungkus besar Dora yg hampir habis serta si tikus nya sendiri yg dapat di jebakan.
    entah formula apa di Dora sehingga tikusnya sangat doyan dan membuat dia semakin sehat sampai hari ke 14.

  4. Kalau lem tikus cap gajah cocok untuk tikus kecil, karena masih bodoh. Dalam satu perangkap bisa dapat 3 anak tikus. Umpan yang cocok udang kering atau teri kering. Kalau dora saya masih coba dulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s