Imunisasi Morteza


Hari ini momo baru merasakan repotnya mencari vaksin Hib tetrax di daerah jaten karanganyar. Berhubung masih dalam masa pindahan dan kesehatan momo sempat drop beberapa waktu lalu, akhirnya jadwal imunisasi Mote agak telat sedikit. Pagi tadi sebelum membawa serta Morteza, momo dan popo hunting tempat dan dokter yang lokasinya dekat dengan rumah, kalau bisa sih ndak harus ke Rumah Sakit. Rumah sakit kan tempatnya orang sakit berkumpul, terlalu beresiko membawa bayi yang sehat ke tempat sedemikian itu.
Sewaktu masih tinggal di kartosuro, dokter spesialis anak (DSA) Mote buka praktek di rumahnya yang kebetulan tidak jauh dari tempat tinggal Mote. Mote biasa ke sana pagi hari sambil jalan-jalan naik gerobak keliling komplek… Pelayanan di dokter anak ini juga cukup lengkap, dari konsultasi, periksa hingga berbagai jenis imunisasi. Jadi tak perlu ke Rumah Sakit atau ke klinik. Praktis kan?!…
Sebaliknya, hari ini momo dibuat repot mencari tempat imunisasi yang dekat dengan rumah baru. Awalnya momo mencoba untuk pergi ke praktek dokter bersama, ternyata DSA yang berpraktek di tempat ini sudah tidak berpraktek di klinik lagi, melainkan di rumahnya saja. Momo diberi nomor telpon rumahnya, yang tak jauh dari rumah Mote. tapi sayangnya, setelah konfirmasi lewat telpon, beliau tidak melayani imunisasi di rumah. 
Alternatif kedua, momo pergi ke RB, yang kebetulan agak banyak di daerah Jaten. Rupanya hasil yang diperoleh tidak jauh berbeda. RB-RB tersebut hanya melayani imunisasi yang wajib saja, imunisasi yang dianjurkan tidak tersedia bahkan hingga saat ini belum pernah sekalipun memberikan vaksin HIB di RB tersebut. Demikianlah penjelasan dari bidan senior di RB tersebut. Bidan tersebut menganjurkan momo untuk pergi ke salah satu RS swasta yang terletak tidak jauh pula dari Jaten. Setibanya di RS tersebut momo langsung confirm ke bagian informasi, ternyata jawaban sang suster mengatakan bahwa untuk imunisasi di luar yang wajib harus buat janji dahulu, tidak bisa langsung hari itu…. Ups… capek deh!…. Padahal kan mumpung popo bisa antar kalau bisa hari itu sekalian dunk!
Tidak heran sih, mengapa tidak semua tempat menyediakan vaksin untuk imunisasi tambahan yang dianjurkan. Pasalnya harganya relative tidak murah. Sekali imunisasi, untuk HIB + DPT tetrax + polio ini, paling murah Rp. 310.000. yang mahal itu vaksin HIB-nya. Kalau hanya DPT saja atau combo DPT-HB tidak semahal itu. Tapi kalau dipikir-pikir sebetulnya itu terhitung murah jika dibandingkan biaya perawatan atau perlindungan kesehatan buah hati dari serangan penyakit mematikan yaitu radang selaput otak yang disebabkan oleh kuman haemophilus influenza type B.
Karena sudah merasa cukup berburu tempat, dan hasilnya tidak membuat kami gembira, akhirnya diputuskan saja untuk langsung membawa Mote ke RS Dr. Oen, yang sudah hampir pasti memiliki koleksi vaksin yang lengkap. Alhamdulillah,.. ternyata memang benar vaksin DPT combo dengan HIB tetrax ada di sini. Secara tidak terduga momo juga akhirnya bertemu dengan kawan satu angkatan waktu kuliah dulu, eh,.. lucunya masing-masing kami membawa buah hatinya untuk di imunisasi…. He..he..he..
Balik ke soal imunisasi, awalnya momo juga bingung apakah harus mengikuti semua jenis imunisasi, atau imunisasi yang wajib saja. Bahkan momo pernah baca artikel yang mengupas bahwa ternyata imunisasi itu ‘katanya’ bisa menjadi pencetus autis. Vaksin yang dapat menyebabkan anak autis konon katanya adalah vaksin yang mengandung merkuri atau zat yang bernama Thimerosal. Nah, berangkat dari pengetahuan tersebut akhirnya momo bertanya langsung pada ahlinya, kebetulan om-nya mote, saudara kembar popo, adalah kandidat DSA dan salah satu mbah-nya bidan. Kesimpulan yang momo peroleh adalah bahwa imunisasi adalah cara yang paling murah untuk memberi perlindungan pada sang buah hati dari berbagai penyakit yang dapat membahayakan kesehatannya. Oleh karenanya momo ingin memberikan imunisasi yang paripurna untuk mote dari yang wajib hingga yang dianjurkan.
Bulan ini, imunisasi DPT combo HIB mote sudah yang ke-empat, nanti sekali lagi pada saat mote berusia 15 bulan. Tadi siang mote masih rewel, karena kebetulan kalau pasca imunisasi DPT memang biasanya bayi mendapat demam. Popo kemarin dulu sempat bilang untuk mencari vaksin DPT yang ndak menyebabkan demam, tapi menurut berbagai artikel yang momo baca, vaksin jenis itu sudah tidak ada sejak tahun 2005. Selain DPT combo HIB tetrax ada juga vaksin DPT combo HIB infantrix. Hm,.. mungkin perbedaan nama jenisnya terkait dengan produsen pembuat vaksin jenis itu. Oya,.. momo belum menyinggung tentang pengertian ‘combo’ maksudnya adalah vaksin kombinasi. Jadi kalau DPT combo HIB, maksudnya vaksinya dikombinasikan hanya disuntikkan sekali saja.

Sayang memang, informasi mengenai imunisasi menurut momo belum memadai saat ini. Khususnya imunisasi yang tidak wajib. Selain harganya yang relative tidak murah, ternyata informasinya juga belum utuh, sehingga sebagai orang tua baru sering kali bingung dibuatnya. Jika tidak banyak-banyak mencari informasi dari berbagai sumber, tentunya momo juga bisa bingung. Bingung menentukan imunisasi apa saja yang ingin diberikan dan bingung mencari tempat yang menyediakan vaksinnya…… 

3 thoughts on “Imunisasi Morteza

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s