Ujian Model Baru……


Kangen, rindu,…. Begitulah yang saya rasakan saat ini. Eeit… jangan salah ya,… maksudnya kangen dan rindu menulis di blog lagi. Mengampu empat mata kuliah, tiga diantaranya adalah mata kuliah baru cukup menyita waktu juga rupanya. Belum lagi, keberadaan my little angel yang menyedot hampir seluruh perhatian saya setiap hari, membuat saya kesulitan untuk sekadar menulis cerita yang ringan sekalipun.

Tidak terasa, rupanya tagihan untuk menyetorkan nilai kompetensi dasar 1 sudah meluncur dalam surat edaran yang tergeletak di meja saya. He..he..he.. padahal, salah satu mata kuliah bahkan ada yang baru masuk kelas satu kali lho, karena belum dapat ruang yang pasti :) ironi ya….

Tapi tentu tidak demikian ceritanya dengan kelas SBI pada mata kuliah Analysis on School Curriculum of math. Kelas ini sudah tentu sesuai jadwal, sudah pantas untuk ditagih hasilnya. Bukan suatu kebetulan jika materi awal pada kelas ini berisi tentang sejarah kurikulum di Indonesia sejak jaman merdeka hingga sekarang ini. Kemudian dilengkapi dengan struktur kurikulum, landasan penyusunan dan pengembangan kurikulum, plus dengan landasan pelaksanaannya.

Dapat dibayangkan kan, bagaimana materi yang harus disampaikan?! Tentu saja dalam bentuk ceramah panjang dan presentasi-presentasi yang membosankan. Sesungguhnya belajar sejarah bisa jadi menjadi sesuatu yang menyenangkan, dan sudah semestinya saya, sebagai pengampu bisa mewacanakan hal ini. Usaha yang sudah saya lakukan antara lain, bercerita dengan membubuhkan berbagai bumbu dari dunia politik , social, sampai budaya diselingi dengan diskusi-diskusi ringan.

Perlu dicatat! Mata kuliah ini diberi bobot 3 sks lho… lebih besar dari bobot mata kuliah “Micro Teaching” yang notabene membutuhkan waktu jauh-jauh lebih lama.  Pada pertemuan terakhir, dua minggu yang lalu, mahasiswa mempresentasikan dan mendiskusikan tentang kurikulum KBK beserta seluk beluknya. Pada saat itu juga, saya memberikan maklumat tentang pelaksanaan ujian KD 1. Beberapa poin dalam presentasi mahasiswa telah memicu munculnya ide untuk memberikan bentuk ujian yang sedikit berbeda, untuk KD 1 sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Ide itu tiba-tiba muncul, dalam bentuk pemberian “take home”  assignment. Mahasiswa saya tawarkan untuk membuat tulisan dalam bentuk cerita pendek, dengan topic sejarah kurikulum di Indonesia, plus dengan atributnya dari struktur kurikulum sampai dengan landasan pelaksanaannya.  Tak diduga, rupanya mereka memilih untuk mengambil penawaran saya dibandingkan dengan mengikuti ujian dengan resiko menghapal seluruh materi  yang sudah diberikan. Akhirnya kesepakatan pun terjadi.

Mahasiswa sepakat untuk membuat cerita dengan topic tersebut di atas, dengan berbegai ketentuannya.  Jika soalnya seperti itu, lalu bagaimana proses penilaiannya? He…he..he.. pasti  Anda bertanya-tanya kan…

Ya tentu saja tetap ada criteria penilannya dong. Setidaknya terdapat empat materi pokok yang mereka perlu tahu dan pahami, yaitu, sejarah kurikum, struktur kurikulum, landasan pengembangan kurikulum dan landasan pelaksanaan kurikulum. Nah, niali maksimum diperoleh ketika keempat pokok materi terangkum dalam cerita dengan benar. Tentunya, masing-masing pokok materi mempunyai bobot nilai, plus dengan cerita yang mereka karang sebagai additional value. Tentu saja, masih memungkinkan adanya mahasisw ayng tidak lulus. Kandidat mahasiswa yang tidak lulus pada KD1 ini adalah, yang pertama, yang melakukan plagiat alias mencontek, alias ngepek! Dan yang kedua adalah mahasiswa yang membuat cerita diluar ide pokok yang diberikan dong.

Rasionalisasi dari gagasan saya, sesuai dengan tujuan yang ingin diperoleh dari kompetensi dasar 1, mahasiswa mengetahui dan memahami pengertian kurikulum,struktur kurikulum, landasan pengembangan kurikulum, landasan pelaksanaan, dan  memahami sejarah kurikulum di Indonesia. Nah, untuk bisa membuat tulisan tersebut tanpa melakukan plagiat maka setidaknya mahasiswa perlu mencari sumber-sumber pustaka dan membacanya, dari kegiatan tersebut tentunya tujuan pembelajaran sudah terlaksana. J

Alih-alih lebih menyenangkan mengoreksi sambil membaca cerita dari pada membaca tulisan mereka yang bisa ngawur ngalor ngidul menjawab pertanyaan pada soal UK1, seperti pengalaman ketika mereka presentasi dalam topic KBK! J setidaknya ide ini memberi penyegaran sedikit dari rutinitas yang menjemukan…

Bukan hanya itu,.. ternyata hasilnya oke juga. Banyak mahasiswa pendidikan matematika yang mempunyai bakat menulis lho…. bisa diiukutsertakan dalam lomba membuat cerpen nih…🙂

Hm,… nice works guys…..

 

 

6 thoughts on “Ujian Model Baru……

  1. Assalamu’alaukum……..

    ceritanya lucu bu..(anggapan an sebagai seorang mahasiswanya) ngkin jg dosen yng lain gt juga. ada yang lebih menarik lagi temen sekelas saya hampi dijuluki tilisan yang ndakisa dibaca dari semester pertama, bahkan semua dosen ngasi comment yang sama, tapi lebih lucunya lagi nilainya bagus2 atau karena jawabanya benar ataukah karena dosen mles bacanya trus yadahlah dianggap benar aja……….

    sebenerya tujuan an ndak demikian cuman sekedar bertanya pada bu farida ” kan Bu farida ngampu mata kuliah PD, nah ni “bu farida Pya file atau referensiyang sekiranya isa dibagikan ke mahasiswa ndak termsuk an juga lagi limit materi……..udah gitu kadang dikelas agak susah connect………………. kemaren pak bono nawarin cuman skarang udah diganti kelas gara2 kemaren presensi blum keluar………..

    insyaWl demikian, af1 jidan kalau ada salah….
    sukron Jazzakillah

    wassalamu’alaykum

  2. Assalamu’alaukum

    ceritanya lucu bu..(anggapan an sebagai seorang mahasiswanya) ngkin jg dosen yng lain gt juga. ada yang lebih menarik lagi temen sekelas saya hampi dijuluki tilisan yang ndakisa dibaca dari semester pertama, bahkan semua dosen ngasi comment yang sama, tapi lebih lucunya lagi nilainya bagus2 atau karena jawabanya benar ataukah karena dosen mles bacanya trus yadahlah dianggap benar aja.

  3. to be continue…….
    sebenerya tujuan an ndak demikian cuman sekedar bertanya pada bu farida ” kan Bu farida ngampu mata kuliah PD, nah ni “bu farida Pya file atau referensiyang sekiranya isa dibagikan ke mahasiswa ndak termsuk an juga lagi limit materi……..udah gitu kadang dikelas agak susah connect.kemaren pak bono nawarin cuman skarang udah diganti kelas gara2 kemaren presensi blum keluar

    insyaWl demikian, af1 jidan kalau ada salah….
    sukron Jazzakillah

    wassalamu’alaykum

  4. take home test itu selalu menyenangkan, Teh dibandingkan menghafal materi seabrek. Belum lagi klo kita kalah dengan teman-teman yg ber-HP canggih. Judulnya close book, tapi HP bisa tetap “dibuka”😦

    Metode Teteh keren. Sambil menyelam minum susu. Semoga saya bisa kreatif juga dalam mengajar kelak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s