Puisi-Puisi Kita


Saat Berhadapan dengan Keagungan Cinta

‘Aisyah, saat kita berhadapan dengan keagungan cinta
Kita tak bisa mempercayai mata kita sepenuhnya
Sebab kadang ia mengirim kerancuan karena kelemahannya
Seperti kerancuan saat kita menatap semesta
Matahari kah yang mengitari bumi atau sebaliknya?

posted by Sadewa @ 2:19 PM   0 Comments   

Wahai Pencari Cinta,

Jalan mana yang Kau pilih?
Samakah dengan jalan yang dipilihnya?

Ingatlah bahwa ia wanita,
Mungkin langkahnya pendek-pendek…

Jika terlalu jauh Kau melangkah,…
Nantilah ia jika jalannya sama
Jika tidak,
Selalu ada jalan untuk kembali

Jangan biarkan ia tersesat…
Jika Engkau tak mau merugi

November 27, 2007 12:07 PM

Sadewa berkata…

Wahai Sang Bijak,
Aku percaya bahwa Tuhan akan memudahkan jalan sesuai takdir-Nya
Dan aku juga percaya
Ruh mampu mengenali siapa pasangannya

November 29, 20072:57 PM

PARADOKS CINTA DAN RUANG HAMPA

 Dalam sebuah diskusi hati,
Ada tanya bergema
Apakah cinta sedang berbicara di ruang hampa?
Tanpa kata, tanpa suara
Bila iya,
Maka aku sedang bertatap muka
Dengan paradoks ruang hampa yang berisi cinta
Mungkin, tak perlu lagi pena, kata, suara atau tatapan mata
Tuk ungkapkan rasasuatu sore,
 
sepanjang jalan gerlong girang1 November 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s